RSS Feed for This PostAnda sedang mengakses ...

Kunjungan BALITBANG SumSel Ke Bistek UKSW

Salatiga 15 Desember 2009 di ruang rapat Satya Wacana Business Technology Center (Bistek) menjadi tempat diselengarakanya pertemuan antara BALITBANG Sumatera Selatan dengan pimpinan dan staf Bistek. Adapaun yang menjadi agenda dalam perbincangan tersebut adalah studi banding mengenai pemanfaatan teknologi dan keinginan BALITBANG Sumsel untuk mengadakan kerjasama dan bertukar informasi sekaligus pengalaman seputar BTC dan penguatan ekonomi lokal.

Pada kesempatan ini pula Andeka Rocky Tanaamah (Direktur Bistek) memberikan pandanganya mengenai pemanfaatan Teknologi yang dapat mempercepat pemberdayaan Usaha Kecil Menegah (UKM). Sependapat dengan Rocky, Herri Yuheri bersama Cahya Afrida Sari dari BALITBANG Prov SumSel, meberikan keterangan yang menguatkan pendapat Rocky. Herri menambahkan tentang keadaan yang mereka hadapi di Sumatera Selatan mengenai isu politik dan kultur masyarakat di sumatera selatan.

Sumatera selatan dapat dibilang sebagai salah satu provinsi yang cukup kaya dengan banyaknya sumberdaya yang dimiliki. Namun pemanfaatanya dirasa belum maksimal berberapa bantuan pemerintah yang ada sering tidak tepat sasaran. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan akan terjadi sebuah trasformasi sistem yang dapat memajukan kedua belah pihak nantinya. BALITBANG sendiri sebelumnya telah memiliki divisi pengembangan teknologi yang diberi nama Serambi Difusi IPTEK.

Serambi sendiri memiliki banyak konsentrasi dan program kerja kedepan yang cukup menarik. Namun lagi lagi hambatan dan keterbatasan sumberdaya manusia menjadi halangan bagai serambi untuk dapat mengimplemntasikan program programnya. Salah satu program yang banyak mencuri perhatian adalah ingin di jadikanya serambi sebagai sentral HAKI di sumatra selatan.

Menaggapi hal itu pihak Bistek sangat setuju dan akan mendukung. Bistek dalam hal ini memberikan saran untuk melakukan pemodelan cluster untuk memetakan sumberdaya yang dimiliki oleh sumatera selatan agar nantinya pengolahan data akan jauh lebih mudah dan memberikan perhatian penuh terhadap usulan di bukanya sentral HAKI karena mengingat pentingnya masalah HAKI di Indonesia.

Trackback URL

Tinggalkan Komentar