Kunjungan BTC Network Membuahkan Hasil
Penulis: mon89 | Tanggal: 29 November 2007 | Kategori: Headline
Satya Wacana Business Technology Center (SWBTC) FTI UKSW menerima kunjungan dari tim Business Technology Center Network Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Tim yang terdiri dari Franz Gelbke (ahli BTC), Peter Karang (Ristek), Kristina Tri Kusdiana (Ristek), dan Ray Jones (partner BTC Network) mengadakan serangkaian kunjungan dan pertemuan dengan pihak pemerintah (Badan Penanaman Modal Provinsi Jateng, Dinas Perindustrian Provinsi Jateng, dan Pemerintah Kota Salatiga), beberapa pengusaha lokal, dan SWBTC sebagai partner BTC Network. Kunjungan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 27-28 November 2007.
Tim BTC Network tiba di Semarang pada tanggal 27 November 2007 dan dijemput oleh Direktur SWBTC yang memfasilitasi kunjungan ini. Selanjutnya, tim melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili oleh Dwi Purwanto. Pada pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini, Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Tengah memaparkan potensi industri yang berorientasi ekspor di Jawa Tengah. Tidak ketinggalan pula dipaparkan beberapa fokus pengembangan untuk mendorong kemampuan industri di Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi persaingan global.
“Paling tidak ada empat aspek yang kami kembangkan saat ini dalam mendorong industri Jawa Tengah yang berkualitas dan mampu menembus ketatnya persaingan di pasar internasional, yaitu pengembangan klinik desain dan kemasan, standarisasi mutu, teknologi informasi, dan terakhir adalah revitalisasi UPT (logam dan kayu),” papar Dwi Purwanto kepada tim BTC Network.
Franz Gelbke, yang adalah advisor dan konsultan untuk BTC Network, juga memaparkan maksud kunjungannya ke Jawa Tengah dan sekaligus mempresentasikan BTC Network serta bagaimana keterkaitan antara pemerintah, akademisi, dan peranan pelaku industri atau usaha itu sendiri. “Namun untuk saat ini fokus kami adalah untuk meningkatkan kemampuan usaha/industri kecil menengah di Indonesia melalui jaringan Business Technology Center Network yang menyediakan berbagai layanan seperti konsultasi bisnis, transfer teknologi, hingga perluasan pasar, khususnya ke Eropa,” tutur Gelbke, sambil memperkenalkan Ray Jones yang merupakan partner BTC Network dari Inggris. Pemaparan dan diskusi berlangsung dengan menarik, karena sebetulnya masing-masing lembaga memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan kemampuan U/IKM yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Bahkan, muncul ide untuk mengadakan kegiatan lanjutan yang bisa menghadirkan lebih banyak stakeholder
Setelah pertemuan dengan Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, maka kegiatan selanjutnya adalah mengunjungi CV Megrania Putra Nusantara, salah satu U/IKM yang bergerak di bidang perhiasan (jewelry) dan sekaligus sebagai pembina berbagai U/IKM yang memiliki keterkaitan dengan bisnis yang dijalankannya. Tim disambut langsung oleh pemilik usaha ini, Ibu Mieke Sahala Hutabarat, dan diskusi pun dimulai dengan perkenalan BTC Network oleh Peter Karang. “Maksud kunjungan kami adalah untuk melihat lebih dekat bagaimana potensi industri di Jawa Tengah, terutama yang berorientasi ekspor dan juga kami bermaksud mensosialisasikan keberadaan BTC Network,” papar Peter Karang membuka pembicaraan. Tentu saja hal ini mendapatkan respon positif dari pemilik usaha, bahkan beliau menceritakan bagaimana kesulitan yang dirasakan langsung oleh para pengusaha. “Terkadang kami harus berusaha sendiri, meskipun ada program pemerintah, namun banyak yang tidak jalan dengan semestinya. Nah, jika konsep BTC Network seperti yang telah disampaikan bisa berjalan dengan baik, kami akan mendukungnya, tapi dengan catatan, kalau bisa semua kekuatan dan program yang ada bisa disinergikan,” jelas Ibu Mieke menanggapi penjelasan Peter. Kunjungan pun diakhiri dengan peninjauan workshop atau bengkel kerja yang terletak di bagian belakang rumah pemilik usaha.
Tim pun melanjutkan perjalanan ke Salatiga dan mampir makan siang di Restoran Kebon Raja, Ungaran. Pada kesempatan makan siang ini, sempat terjadi diskusi mengenai sejarah berdirinya dan operasionalisasi SWBTC. “Sebetulnya kami memulai dengan hal yang simpel, yaitu mencoba mengombinasikan berbagai program (pemerintah) yang telah ada selama ini. Sejujurnya, kami tidak memulai dari nol, tapi lebih kepada fungsi optimalisasi berbagai program yang ada. Nah, dikarenakan expertise kami di bidang teknologi informasi, maka kami mencoba concern ke sana. Memperkenalkan IT kepada U/IKM di Salatiga saja sudah merupakan pekerjaan yang besar, apalagi kepada seluruh U/IKM di Jawa Tengah. Karenanya, dukungan BTC Network sangat kami harapkan,” jawab Johan Tambotoh, Direktur SWBTC menjawab pertanyaan Frans Gelbke dan Ray Jones.
Setelah makan siang, tim melanjutkan perjalanan ke Salatiga dan mengunjungi kantor SWBTC di kampus UKSW. Tim melihat secara langsung bagaimana operasionalisasi SWBTC yang melibatkan unsur mahasiswa sebagai partner pengembangannya. Tim juga memantau secara langsung kegiatan pelatihan yang diadakan secara gratis bagi U/IKM yang berasal dari sekitar Kota Salatiga.
Selanjutnya tim melakukan kunjungan ke CV L’ambiance yang terletak di daerah Grogol, Salatiga. Tim diterima langsung oleh Edi Suwito yang merupakan marketing director perusahaan furnitur ini. Perusahaan ini sangat antusias dengan kunjungan tim BTC Network dan bahkan dengan semangat Edi memperkenalkan model pengembangan U/IKM yang juga dilakukan perusahaan ini. Tidak lupa, Edi juga menitipkan sebuah katalog produk kepada Ray Jones dan salah satu sampel produknya kepada Kristina Tri Kusdiana, namun kemudian tidak jadi dibawa karena bentuk produknya yang tidak mungkin dibawa di kabin pesawat, saat kembali ke Jakarta nanti.
Kunjungan ini merupakan company visit terakhir di hari pertama. Tim pun bergerak ke tempat penginapan yaitu Hotel Quality - Salatiga, untuk beristirahat sejenak, karena masih ada pertemuan lanjutan sekaligus makan malam dengan Walikota Salatiga, Kepala Dinas Perindustrian, dan Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jawa Tengah. Tepat pukul 19.00 WIB, tim menuju Kayu Manis Lounge & Spa di daerah Tegalrejo, Salatiga. Dengan menu khas Jawa, tim memulai pembicaraan dengan pihak Pemerintah Kota Salatiga, yang diwakili oleh Kabag Perekonomian Kota Salatiga, Kepala Dinas Perindustrian, yang diwakili oleh Dwi Purwanto, dan Kepala BPM Provinsi Jateng, Agus Suryono, yang malam itu tampak antusias dengan penjelasan mengenai BTC Network. “Sebetulnya sejak tahun 2000, Provinsi Jawa Tengah telah memulai berbagai program yang terkait dengan pengembangan ekonomi daerah termasuk U/IKM,” jelas Agus, menanggapi penjelasan mengenai BTC Network. “Sepertinya hal ini bisa kita sinkronkan dengan program yang selama ini telah dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” lanjutnya.
Antusiasme ini ditunjukkan dengan undangan mendadak Agus kepada tim BTC Network ke kantor BPM Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Meskipun di luar jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, tapi tim BTC Network sangat menyambut baik undangan ini. “Seharusnya BTC di masing-masing daerah dibentuk seperti ini, artinya BTC merupakan inisiasi pemerintah daerah yang mengerti betul apa yang dibutuhkan daerahnya dan peranan BTC Network adalah untuk menjembatani berbagai hal yang diperlukan masing-masing BTC, misalnya transfer teknologi dan lain-lain,” terang Peter Karang menyambut undangan tersebut.
Keesokan harinya, tanggal 28 November 2007, tim BTC Network berkesempatan mengunjungi salah satu perusahaan yang telah sukses membangun bisnisnya di Kota Salatiga, yaitu PK Mulyo. Tim diterima langsung oleh pemilik perusahaan, Mulyadi, di ruang kerjanya. Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, pihak pengusaha sebagai salah satu bagian yang terkait dengan program pengembangan BTC menyambut baik rencana ini. “Jujur saja, saya secara pribadi sangat mendukung rencana ini. Usaha saya ini dimulai dari perusahaan kecil dan keseharian saya juga dengan orang kecil (U/IKM), jadi sebetulnya saya tahu persis apa kebutuhan mereka,” Mulyadi menyambut penjelasan Franz Gelbke mengenai kunjungan ini. Tim BTC Network pun diberikan kesempatan untuk meninjau langsung proses produksi furnitur di pabrik yang terletak di daerah perbatasan Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang itu.
Setelah makan siang, maka tim BTC Network pun melanjutkan perjalanan ke Semarang untuk memenuhi undangan mendadak dari Kepala BPM Provinsi Jawa Tengah. Pertemuan yang dilangsungkan di ruang rapat BPM Provinsi Jawa Tengah semakin memperkuat pembicaraan yang telah dilakukan sebelumnya di Kayu Manis Lounge & Spa. Dalam pertemuan ini terungkap bahwa sebetulnya konsep BTC ini bisa dikaitkan dengan program Research Development Center (RDC) yang telah diinisiasi oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena konsep dan tujuan yang hendak dicapai memiliki kesamaan. “Nah, sepertinya sudah ketemu, kira-kira langkah konkretnya ke depan apa?” tanya Johan Tambotoh kepada pihak BPM Provinsi Jawa Tengah dan BTC Network Ristek. “Ke depan, sekitar bulan Januari akhir, perlu diadakan seminar atau workshop yang akan mencoba mendudukkan arah pengembangan BTC, dan kita mulai dari aspek strategisnya dulu. Artinya, pembentukan lembaga ini bisa dimulai atau langsung disatukan dengan RDC, sekaligus kita susun rencana pengembangannya ke depan,” jawab Kepala BPM Provinsi Jawa Tengah.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk membuat workshop
yang akan difasilitasi bersama oleh BPM Provinsi Jawa Tengah, BTC Network dan SWBTC pada akhir Januari 2008 nanti. Untuk itu, maka telah dibentuk tim kecil yang terdiri dari unsur BPM Provinsi Jawa Tengah dan pihak SWBTC untuk mempersiapkan teknis kegiatan tersebut.
Suatu kunjungan yang bermanfaat bagi semua pihak dan menghasilkan suatu kerjasama yang nantinya akan menguntungkan semua pihak. Meskipun secara fisik tampak tim BTC Network kelelahan karena padatnya jadwal, namun hasil yang diraih dalam perjalanan dan kunjungan selama dua hari ini sungguh menggembirakan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga ini menjadi awal bagi terbentuknya BTC Provinsi Jawa Tengah dan tentu saja berdampak bagi peningkatan kemampuan U/IKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
Johan J. C. Tambotoh
Direktur SWBTC FTI UKSW


4 Komentar
STR tanggal 29 November 2007 | Balas
wah, itu mbaknya manis juga…
JT tanggal 30 November 2007 | Balas
Hehe…arek Malang tuh….
K tanggal 30 November 2007 | Balas
Trims …
JT tanggal 30 November 2007 | Balas
hehe…..
makasih buat mbak Kristina yang udah mampir ke kantor SWBTC dan juga udah nitip comment di web SWBTC ini.
kalo bisa, tolong informasi dari website ini disampaikan ke teman2 lain di BTC Network…
(narsis mode: ON) hehehe
Tks…