Pengembangan ICT yang Salah Langkah?
Jam sudah menunjukkan waktu sekitar pukul tiga dini hari. Aktifitas di Bistek masih berjalan, meski tinggal secuil. Saya sendiri sudah mematikan komputer, berencana untuk tidur. Di sebelah kiri saya, Ojohn sudah tergeletak di depan TV. Lalu iseng-iseng saya tengok ruang programer. Ternyata Pak Herman sudah tepar di atas rangkaian kursi. Satu-satunya orang yang masih “hidup” tinggal Pak JT. Saya hampiri, kemudian kami ngobrol ngalor ngidul
sebentar.
Sebenarnya ada beberapa hal yang jadi bahan obrolan kami waktu itu, tapi karena kapasitas otak saya semakin mengerut karena kantuk, yang terrekam dengan baik hanyalah obrolan tentang pengembangan ICT (information and communication technology
Yang menjadi rasan-rasan kami waktu itu adalah pembangunan infrastruktur yang, mungkin, terlalu berlebihan untuk pengembangan ICT di Bogor Cyber Park (BCP), salah satu kawasan teknologi (technology cluster) di Jawa Barat. Berlebihan karena pembangunan tersebut mencakup pembuatan jalan, pendirian gedung-gedung megah, tembok-tembok “pelindung,” dan sebagainya.
Pertanyaannya: “Seberapa besarkah produktifitas yang dijanjikan BCP, sehingga berani menginvestasikan modal untuk pembangunan infrastruktur megaproyek tersebut? Apakah tidak ada infrastruktur yang telah tersedia yang cukup memadai untuk dijadikan tempat penelitian dan pengembangan ICT di Bogor, sehingga semuanya harus diawali dengan pembangunan infrastruktur yang baru?”






Tidak Mau Ketinggalan Berita….
Apalagi Dunia Technology yang terus berkembang dengan sangat cepat…. Thx be4 n Good Bless ICT.
Welcome here, Bobo …
Sebagai guru SMK saya ingin berperan dalam pemanfaatan ICT untuk pembelajaran, namun terus terang pola penggunaannya belum tahu yang efisien, masih terus belajar. Sayang ngelihat infra struktur mahal yang telah disiapkan, tetapi SDM sebagai pengguna masih kurang memadai. Mungkin dimulai dari pemberantasan buta internet untuk guru.