Tentang

Satya Wacana Business Technology Center Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana atau yang disingkat SWBTC FTI UKSW bermula dari pendirian Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (InTI) yang berdiri pada akhir tahun 2005 dengan fokus kegiatan pertama adalah melakukan perencanaan pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi dan informasi (technopreneurship) di lingkungan FTI UKSW.

Pada awal berdirinya InTI melaksanakan beberapa kegiatan persiapan, antara lain dengan melakukan kunjungan ke beberapa pusat inkubator bisnis yang berkembang di lingkungan kampus, yaitu Pusat Inkubator Bisnis ITB, Bandung, dan Center for Entrepreneurship Universitas Bina Nusantara, Jakarta, pada Januari 2006 untuk mempelajari berbagai hal yang menyangkut operasionalisasi inkubator bisnis. Selain itu, dalam proses persiapannya InTI merancang silabus dan materi perkuliahan Technopreneurship yang akan diajarkan kepada mahasiswa FTI UKSW.

Pada Juni 2006 InTI mengadakan kegiatan Seminar Nasional Technopreneurship dengan tema “Mewujudkan Teknopreneur dalam Menyongsong Gelombang Baru Bisnis Teknologi” yang menghadirkan Moedjiono (Staf Ahli Menkominfo), H. Mardiyanto (Gubernur Jawa Tengah), Amir Sambodo (perintis technopreneurship

di Indonesia), Amril Arief (Kepala Bank Indonesia Jateng-DIY), Indra Utoyo (Kepala Pusat ISC Telkom), dan Chandra Wibowo (Manajer Center for Entrepreneurship Ubinus, Jakarta).

Seiring dengan perkembangannya, aktifitas InTI tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan sivitas akademika FTI UKSW. Atas keinginan untuk menjalankan salah satu tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat, maka InTI diperluas lagi pada penguatan aspek teknologi bagi usaha kecil dan menengah.

Berkaitan dengan diadakannya Workshop InTIM oleh BTC BPPT pada tanggal 16 Januari 2007, maka diluncurkanlah nama baru bagi InTI, yaitu Satya Wacana Business Technology Center (SWBTC). Oleh BTC BPPT, SWBTC dipercaya untuk menjadi BTC Provinsi Jawa Tengah.

Salah satu misi yang ingin diwujudkan oleh SWBTC dalam beberapa waktu ke depan adalah mengembangkan dan membentuk kawasan bisnis berbasis teknologi (technopark cluster) yang diberi nama Salatiga Technopark yang didukung oleh pola manajerial profesional dan berbasis teknologi dalam menghadapi ketatnya kompetisi bisnis.